Hadis 2


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِىِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ – وَهُوَ جَدُّ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِىِّ هَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُرِيَنِى كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَتَوَضَّأُ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ نَعَمْ. فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثَلاَثًا ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ

(رواه ابي داود: ١١٨)

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari ‘Amru bin Yahya Al-Mazini, dari ayahnya, bahwa ia berkata kepada ‘Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim (yang merupakan kakek dari ‘Amru bin Yahya Al-Mazini),“Apakah engkau bisa memperlihatkan kepadaku bagaimana Rasulullah ﷺ berwudhu?”Maka ‘Abdullah bin Zaid menjawab, “Ya.”Kemudian ia meminta air wudhu, lalu menuangkan air ke kedua tangannya dan membasuh kedua tangannya.Lalu ia berkumur dan menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya sebanyak tiga kali.Setelah itu, ia membasuh wajahnya tiga kali.Lalu ia membasuh kedua tangannya dua kali-dua kali sampai ke siku.Kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, ia menggerakkan keduanya ke depan dan ke belakang.Ia memulai dari bagian depan kepalanya, lalu menggerakkan tangannya ke belakang kepala (tengkuk), kemudian mengembalikannya hingga kembali ke tempat semula.Lalu ia membasuh kedua kakinya. [HR. Abu Daud no. 118]

Hadis ini menjelaskan dengan rinci tata cara wudu Rasulullah ﷺ, mulai dari mencuci tangan, berkumur dan membersihkan hidung, hingga mengusap kepala dan membasuh kaki. Hal ini menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan wudu sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.