Hadis 2


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى مُلَيْكَةَ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أُهْدِيَتْ لَهُ أَقْبِيَةٌ مِنْ دِيبَاجٍ مُزَرَّرَةٌ بِالذَّهَبِ ، فَقَسَمَهَا فِى نَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ ، وَعَزَلَ مِنْهَا وَاحِدًا لِمَخْرَمَةَ بْنِ نَوْفَلٍ ، فَجَاءَ وَمَعَهُ ابْنُهُ الْمِسْوَرُ بْنُ مَخْرَمَةَ ، فَقَامَ عَلَى الْبَابِ فَقَالَ ادْعُهُ لِى . فَسَمِعَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – صَوْتَهُ فَأَخَذَ قَبَاءً فَتَلَقَّاهُ بِهِ وَاسْتَقْبَلَهُ بِأَزْرَارِهِ فَقَالَ « يَا أَبَا الْمِسْوَرِ ، خَبَأْتُ هَذَا لَكَ ، يَا أَبَا الْمِسْوَرِ ، خَبَأْتُ هَذَا لَكَ » . وَكَانَ فِى خُلُقِهِ شِدَّةٌ . وَرَوَاهُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ . قَالَ حَاتِمُ بْنُ وَرْدَانَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنِ ابْنِ أَبِى مُلَيْكَةَ عَنِ الْمِسْوَرِ قَدِمَتْ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَقْبِيَةٌ . تَابَعَهُ اللَّيْثُ عَنِ ابْنِ أَبِى مُلَيْكَةَ (رواه البخاري: ٣١٢)

Dari Abdullah bin Abdullah al-Wahhab, berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Ayyub, dari Abdullah bin Abi Mulaikah, bahwa Nabi ﷺ dihadiahkan beberapa jubah (qabā’) yang terbuat dari sutra yang dihiasi dengan benang emas. Maka beliau membagikannya kepada beberapa sahabatnya, dan menyisakan satu untuk Makhramah bin Nawfal.Lalu Makhramah datang bersama putranya, al-Miswar bin Makhramah. Ia berdiri di depan pintu dan berkata, “Panggilkan dia untukku.” Nabi ﷺ mendengar suaranya, lalu beliau mengambil salah satu jubah dan menemuinya sambil membawa jubah tersebut, dengan bagian kancingnya menghadap ke depan. Beliau bersabda:“Wahai Abu al-Miswar, aku menyimpannya untukmu. Wahai Abu al-Miswar, aku menyimpannya untukmu.”

Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis ini menceritakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah menerima hadiah berupa beberapa jubah (atau pakaian luar) yang terbuat dari kain sutera tebal (dībāj) yang dihiasi dengan kancing-kancing emas. Setelah menerima hadiah tersebut, Nabi ﷺ membagikannya kepada sebagian sahabatnya. Namun, beliau menyisihkan satu helai khusus untuk diberikan kepada seorang sahabat bernama Makhramah. Ketika Makhramah datang, Nabi ﷺ berkata kepadanya, “Aku menyimpan ini untukmu.” Ayub, salah satu perawi hadis, menambahkan bahwa Nabi ﷺ memperlihatkan jubah itu kepada Makhramah dengan cara menunjukkannya menggunakan bajunya, sebagai tanda bahwa hadiah tersebut memang disiapkan khusus untuknya. Dikatakan juga bahwa Makhramah memiliki sedikit sifat keras dalam perilakunya, yang bisa jadi menjadi alasan khusus mengapa Nabi ﷺ ingin bersikap lembut dan perhatian kepadanya dengan memberikan hadiah tersebut secara langsung dan pribadi.