Hadis 33 Bacaan Ayat ketika Shalat Magrib


عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ قَالَ قَالَ لِى زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ مَا لَكَ تَقْرَأُ فِى الْمَغْرِبِ بِقِصَا الْمُفَصَّلِ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْمَغْرِبِ بِطُولَى الطُّولَيَيْنِ قَالَ قُلْتُ مَا طُولَى الطُّولَيَيْنِ قَالَ الأَعْرَافُ وَالأُخْرَى الأَنْعَامُ. قَالَ وَسَأَلْتُ أَنَا ابْنَ أَبِى مُلَيْكَةَ فَقَالَ لِى مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ الْمَائِدَةُ وَالأَعْرَافُ(رواه أِب داود ٨١٢)

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah dari ‘Urwah bin Zubair dari Marwan bin Al Hakam dia berkata:”Zaid bin Tsabit berkata kepadaku: “Kenapa anda biasa membaca surat-surat pendek pada saat shalat Maghrib? Padahal aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dua surat panjang dari surat-surat panjang dalam shalat Maghrib?” Ibnu Abu Mulaikah berkata: Kataku: “Apakah dua surat panjang dari surat-surat panjang tersebut?” Urwah menjawab: “Yaitu Al A’raf dan Al An’am.” Ibnu Juraij berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Abu Mulaikah, lalu menurut dirinya adalah surat Al Maidah dan Al A’raf.”(HR. Sunan Abu Daud 812)

Hadis ini memberikan gambaran tentang kebiasaan Rasulullah SAW membaca surat yang panjang-panjang dalam shalat Maghrib. Ini menunjukkan bahwa shalat tidak harus selalu dibaca dengan surat pendek, dan Rasulullah mengajarkan kita agar mengutamakan kekhusyukan dan ketenangan dalam shalat dengan membaca ayat-ayat yang panjang jika mampu.