Hadis 31 Bacaan Ayat Ketika Shalat Gerhana Matahari


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – كَذَا عِنْدَ الْقَاضِى وَالصَّوَابُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – قَالَ خُسِفَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً بِنَحْوٍ مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ وَسَاقَ الْحَدِيثَ(رواه أِب داود١١٩١  )

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Al Qa’nabi dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha` bin Yasar dari Ibnu Abbas dia berkata:”Telah terjadi gerhana Matahari, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat bersama orang-orang, beliau berdiri lama (dalam shalat) kira-kira membaca surat Al Baqarah, kemudian beliau ruku’…” kemudian (perawi) melanjutkan hadits tersebut.”( Sunan Abu Daud 1191)

Hadis ini menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW Hadis ini mengajarkan bahwa saat terjadi gerhana, seorang Muslim tidak cukup hanya menyaksikannya secara fenomenal, tetapi diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah seperti shalat gerhana. Rasulullah SAW  mencontohkan shalat dengan bacaan panjang dan kekhusyukan, sebagai bentuk rasa takut dan tunduk kepada Allah atas kekuasaan-Nya yang agung di langit dan bumi.