عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ قَالَ جُبَيْرٌ فِي غَيْرِ هَذَا الْحَدِيثِ فَلَمَّا سَمِعْتُهُ يَقْرَأُ { أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمْ الْخَالِقُونَ إِلَى قَوْلِهِ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ } كَادَ قَلْبِي يَطِيرُ(رواه إبن ماجه ٨٨١)
Artinya: Hadis dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari Bapaknya ia berkata: “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat maghrib membaca surat Ath Thuur. ” Di selain hadits ini Jubair menyebutkan, “Ketika aku mendengar beliau membaca: am khuliquu min ghairi sya`in am humul khaaliquun (Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Hingga ayat: falya`ti mustami’uhum bisulthaanim mubiin (Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata), seakan hatiku terbang. “(HR. Sunan Ibnu Majah 881)
Hadis ini menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW pada saat shalat magrib membaca surat Ath Thur mana surat ini menjelaskan tentang keadaan orang orang kafir di neraka dan orang mukmin di surga.