عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَحَدٍ أَشْبَهَ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فُلَانٍ فَصَلَّيْنَا وَرَاءَ ذَلِكَ الْإِنْسَانِ وَكَانَ يُطِيلُ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ وَيُخَفِّفُ فِي الْأُخْرَيَيْنِ وَيُخَفِّفُ فِي الْعَصْرِ وَيَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِقِصَارِ الْمُفَصَّلِ وَيَقْرَأُ فِي الْعِشَاءِ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَأَشْبَاهِهَا وَيَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ بِسُورَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ (رواه النسائي ٩٨٢)
Artinya: Hadis dari Abu Hurairah dia berkata:”Aku belum pernah shalat di belakang imam yang lebih mirip dengan shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam daripada shalat di belakang si Fulan. Kami shalat di belakang orang tersebut dan dia memperlama dua rakaat pertama shalat zhuhur serta meringankan dua rakaat terakhir. la juga meringankan shalat ‘Ashar dan membaca surat pendek pada shalat Maghrib. Pada shalat Isya’ ia membaca surat ‘Wasy Sysamsi Wadluhaha’ (Asy Syamsy) dan yang sepadan dengannya, sedangkan pada shalat Subuh ia membaca dua surat yang panjang.”(HR. Sunan Nasa’i 982)
Hadis ini menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW pada saat shalat Iysa membaca surat Asy syam, dan saat shalat zuhur rakaat pertama beliau memperlama dan shalat ashar dan magrib nabi membaca surat pendek, dan pada saat shalat shubuh beliau membaca surat yang lebing panjang dari shalat lainya.