عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَجُلًا مِنْ جُهَيْنَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ إِذَا زُلْزِلَتْ الْأَرْضُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا فَلَا أَدْرِي أَنَسِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْ قَرَأَ ذَلِكَ عَمْدًا (رواه أِب داود٨١٦)
Artinya: Hadis dari Ibnu Abu Hilal dari Mu’adz bin Abdullah Al Juhani bahwa Seseorang laki-laki dari Juhainah memberitahukan kepadanya bahwa dirinya telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat subuh “idza zulzilatil ardhu zilzalaha” di kedua rakaatnya, aku tidak tahu apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lupa ataukah beliau memang sengaja.”(HR. Sunan Abu Daud 816)
Hadis ini menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW pada saat shalat shubuh membaca surat Al Zalzalah surat ini menjelaskan mengenai kegoncangan bumi yang amat dahsyat pada hari kiamat, dimana manusia akan diminta pertanggung jawaban semua perbuatan kecil ataupun besar.