Hadis 6. Jika Sedekah Beralih kepada Orang Lain


عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ الأَنْصَارِيَّةِ رضى الله عنها قَالَتْ دَخَلَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى عَائِشَةَ رضى الله عنها فَقَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ ». فَقَالَتْ لاَ. إِلاَّ شَىْءٌ بَعَثَتْ بِهِ إِلَيْنَا نُسَيْبَةُ مِنَ الشَّاةِ الَّتِى بَعَثْتَ بِهَا مِنَ الصَّدَقَةِ. فَقَالَ « إِنَّهَا قَدْ بَلَغَتْ مَحِلَّهَا ».

(رواه البخاري: ١٤٩٤).

Hadis dari Ummu ‘Athiyah al-Anshariyyah RA, ia berkata: Nabi SAW menemui ‘Aisyah RA, lalu ia berkata: “apakah ada sesuatu yang kalian miliki (untuk dimakan)?.” ‘Aisyah berkata: “tidak ada, kecuali apa yang dikirim untuk kita oleh Nusaibah dari daging kambing yang diperuntukkan untuknya sebagai zakat”. Maka ia berkata: “shadaqah itu telah sampai ke tempatnya.”

(HR al-Bukhari: 1494).

Hadis ini menjelaskan bahwa perbedaan antara hadiah dan sedekah, serta bagaimana
pemberian yang awalnya dianggap sedekah bisa berubah status menjadi hadiah ketika diberikan
dengan niat yang tepat dan untuk tujuan yang sah, seperti yang dilakukan kepada Nabi
Muhammad SAW.