عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَأْمُلُ الْعَيْشَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ ».
(رواه النسائي: ٢٥٤١).
Hadis dari Abu Hurairah ia berkata: seseorang bertanya: “wahai Rasulullah! Sedekah apa yang paling utama?” Ia menjawab: “kamu bersedekah padahal saat itu kamu dalam keadaan sehat dan sangat berat untuk bersedekah (bakhil), kamu mendambakan kehidupan dan takut fakir.”
(HR al-Nasa’i: 2541).
Hadis ini menjelaskan bahwa sedekah terbaik adalah ketika seseorang bersedekah meskipun dalam kondisi sulit secara materi, masih menginginkan harta, dan khawatir akan kemiskinan. Ini menunjukkan keikhlasan dan keberanian dalam memberi, bukan hanya saat sudah berlebih harta.