عَنْ عُمَرَ أَنَّهُ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ رَآهَا تُبَاعُ فَأَرَادَ أَنْ يَشْتَرِيَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم لاَ تَعُدْ فِى صَدَقَتِكَ.
(رواه الترمذي: ٦٧٠).
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ.
Hadis dari Umar bahwasannya dia menginfakkan kudanya di jalan Allah, kemudian dia melihat kudanya telah dijual, maka dia berkeinginan untuk membelinya lagi, maka Nabi SAW, ia bersabda kepadanya: “jangan kamu ambil kembali sedekahmu.”
(HR al- Tirmidzi: 670).
Abu ‘Isa berkata: Ini adalah hadis hasan shahih dan kebanyakan para ahli ilmu (ulama) mengamalkan hadis ini.
Hadis ini menjelaskan bahwa islam menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan keutamaan dalam bersedekah, serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala atau menodai makna pemberian. Dan kemudian tidak dianjurkan membeli kembali barang yang telah kita sedekahkan, apalagi dengan niat untuk memilikinya kembali.