Hadis 36. Menghitung Sedekah


عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ قَالَ كُنَّا يَوْمًا فِي الْمَسْجِدِ جُلُوسًا وَنَفَرٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ إِلَى عَائِشَةَ لِيَسْتَأْذِنَ فَدَخَلْنَا عَلَيْهَا قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ سَائِلٌ مَرَّةً وَعِنْدِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرْتُ لَهُ بِشَيْءٍ ثُمَّ دَعَوْتُ بِهِ فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا تُرِيدِينَ أَنْ لَا يَدْخُلَ بَيْتَكِ شَيْءٌ وَلَا يَخْرُجَ إِلَّا بِعِلْمِكِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَهْلًا يَا عَائِشَةُ لَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكِ.

(رواه النسائي: ٢٥٤٨).

Hadis dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif ia berkata: “pada suatu hari kami duduk-duduk di masjid dengan beberapa orang dari Muhajirin dan Anshar, lalu kami menyuruh seseorang untuk meminta ijin masuk ke rumah ‘Aisyah, lalu kami masuk ke rumahnya. kecuali dengan sepegetahuanmu?” Aku menjawab: “ya”, ia berkata: “tenanglah ya ‘Aisyah janganlah engkau menghitung-hitung pemberianmu, maka Allah pun akan memperhitungkan apa yang telah kamu perbuat”.

(HR al-Nasa’i: 2548).

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kepada Aisyah agar tidak terlalu mencemaskan atau menghitung setiap hal kecil yang masuk dan keluar dari rumahnya, karena Allah Maha Mengetahui dan akan mencatat serta membalas segala sesuatu dengan adil. Ini mengajarkan sikap tawakal dan kepercayaan kepada Allah dalam mengatur urusan rumah tangga dan kehidupan sehari-hari, tanpa berlebihan dalam kekhawatiran.