حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أُتِىَ بِشَىْءٍ سَأَلَ « أَصَدَقَةٌ هِىَ أَمْ هَدِيَّةٌ ». فَإِنْ قَالُوا صَدَقَةٌ لَمْ يَأْكُلْ وَإِنْ قَالُوا هَدِيَّةٌ أَكَلَ.
(رواه الترمذي: ٦٥٨).
قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ سَلْمَانَ وَأَبِى هُرَيْرَةَ وَأَنَسٍ وَالْحَسَنِ بْنِ عَلِىٍّ وَأَبِى عَمِيرَةَ جَدُّ مُعَرَّفِ بْنِ وَاصِلٍ وَاسْمُهُ رُشَيْدُ بْنُ مَالِكٍ وَمَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَأَبِى رَافِعٍ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلْقَمَةَ. وَقَدْ رُوِىَ هَذَا الْحَدِيثُ أَيْضًا عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى عَقِيلٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم. وَجَدُّ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ اسْمُهُ مُعَاوِيَةُ بْنُ حَيْدَةَ الْقُشَيْرِىُّ. قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ.
Bahz bin Hakim telah menceritakan kepada kami dari ayah dari kakeknya ia berkata: “adalah Rasulullah SAW jika diberi sesuatu, ia bertanya: “apakah ini sedekah atau hadiah?” jika mereka menjawab, sedekah, ia tidak berselingkuh namun jika mereka menjawab, hadiah, maka ia menerimanya”.
(HR al-Tirmidzi: 658).
Perawi berkata: dalam bab ini (ada juga riwayat) dari Salman, Abu Hurairah, Anas, Hasan bin Ali, Abu ‘Umairah kakeknya Mu’arrif bin Washil, namanya Rusyaid bin Malik, Maimun bin Mahran, Ibnu ‘Abbas, Abdullah bin Amru, Abu Rafi’, dan Abdullah bin ‘Alqama. Hadis ini juga diriwayatkan dari Abdurrahman bin ‘Alqamah dari Abdurrahman bin Abu ‘Aqil dari Nabi SAW, sedangkan nama kakek Bahz bin Hakim ialah Mu’awiyah bin Haidah al Qusyairi. Abu ‘Isa berkata: hadis Bahz bin Hakim adalah hadis hasan gharib.
Hadis ini menjelaskan bahwa sedekah berbeda dengan hadiah. Sedekah diharamkan atas Nabi SAW, sementara hadiah dihalalkan. Perbedaan keduanya terletak pada niat: tujuan dari sedekah adalah mendapatkan pahala akhirat, yang menunjukkan bahwa pemberi sedekah berada di posisi mulia sementara penerima berada dalam kondisi butuh, sehingga ia layak dikasihani dan diperhatikan. Adapun hadiah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada orang yang diberi hadiah dan memuliakannya dengan memberikan sesuatu kepadanya. Maka dari itu, hadiah menunjukkan penghormatan dan penghormatan.