Hadis 16. Sedekah yang Paling Utama adalah saat Kaya dan Pelit


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ فَقَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا أَلَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ.

(رواه مسلم: ٩٢).

Hadis dari Abu Hurairah ia berkata: seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, “wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” maka beliau pun menjawab: “yaitu kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah, bahwa harta itu memang untuk si Fulan”.

(HR Muslim: 92).

Hadis ini menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah yang dilakukan segera, ketika seseorang masih dalam keadaan sehat, mencintai hartanya, dan belum dalam kondisi sakaratul maut. Jangan menunda-nunda kebaikan, karena kita tidak tahu kapan ajal kita akan datang.