عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنِ الْمَسْأَلَةِ « الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ ».
(رواه مسلم: ٢٤٣٢).
Hadis dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW, ia bersabda di atas mimbar, ia menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda Nabi SAW: “tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta”.
(HR Muslim: 2432).
Hadis ini menjelaskan bahwa anjuran untuk bersedekah pada jalan kebaikan. Juga sebagai dalil bagi mayoritas ulama bahwa yang dimaksud dengan tangan di atas adalah tangan yang memberi. Sedangkan al-Khathabi berpendapat bahwa yang dimaksud adalah tangan yang menjaga kehormatan diri, sebagaimana telah disebutkan. Ada pula pendapat lain yang mengatakan bahwa tangan di atas adalah tangan yang menerima (dengan niat baik) dan tangan di bawah adalah tangan yang menolak (untuk memberi), sebagaimana disebutkan oleh al-Qadhi. Dan yang dimaksud dengan “di atas” adalah ketinggian dalam keutamaan, kemuliaan, dan perolehan pahala.