Wanita Menggosok Badannya ketika Mandi dari Haid


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتِ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم عَنْ غُسْلِهَا مِنَ الْمَحِيضِ ، فَأَمَرَهَا كَيْفَ تَغْتَسِلُ قَالَ « خُذِى فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهَّرِى بِهَا ». قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهَّرُ قَالَ « تَطَهَّرِى بِهَا ». قَالَتْ كَيْفَ قَالَ « سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِى » . فَاجْتَبَذْتُهَا إِلَىَّ فَقُلْتُ تَتَبَّعِى بِهَا أَثَرَ الدَّمِ (رواه البخاري: ٣١٤)

Artinya: hadis dari Aisyah: “Seorang wanita bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara mandi dari haid. Beliau lalu memerintahkan wanita itu bagaimana cara mandi. Beliau bersabda: “Ambillah sepotong kapas yang diberi wewangian lalu bersucilah.” Wanita itu bertanya: “Bagaimana aku bersucinya?” Beliau menjawab: “Bersucilah dengan kapas itu!” Wanita itu berkata lagi: “Bagaimana caranya aku bersuci?” Beliau bersabda: “Bersucilah dengan menggunakan kapas itu!” Wanita itu bertanya lagi: “Bagaimana caranya?” Maka Beliau berkata: “Subhaanallah, bersucilah kamu!” Lalu aku manarik wanita itu ke arahku, lalu aku katakan: “Kamu bersihkan sisa darahnya dengan kapas itu.” (HR. al-Bukhari: 314)

Hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA ini membahas tata cara bersuci setelah haid. Ketika seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW tentang cara mandi besar dari haid, beliau menjelaskan bahwa bagian dari kesempurnaan mandi tersebut adalah menggunakan kapas yang diberi wewangian untuk membersihkan bekas darah. Dalam percakapan tersebut terlihat bagaimana Nabi SAW menjaga rasa malu dan kesopanan dalam menjelaskan perkara yang bersifat intim. Namun karena wanita itu belum juga memahami, Sayyidah Aisyah RA mengambil alih penjelasan dengan bahasa yang lebih langsung kepada sesama wanita. Hadis ini menjadi dalil bahwa bersuci setelah haid tidak hanya dengan mandi, tetapi juga memperhatikan kebersihan secara menyeluruh, termasuk area yang terkena najis. Selain itu, hadis ini mengandung pelajaran tentang bagaimana etika Nabi SAW dalam mendidik dan memberi arahan sesuai tingkat pemahaman audiensnya, serta peran penting perempuan dalam menyampaikan ilmu kepada sesama.