Mencuci Siwak


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ نَبِىُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَاكُ فَيُعْطِينِى السِّوَاكَ لأَغْسِلَهُ فَأَبْدَأُ بِهِ فَأَسْتَاكُ ثُمَّ أَغْسِلُهُ وَأَدْفَعُهُ إِلَيْهِ.(رواه أبو داود: ٥٢)

Artinya: hadis dari Aisyah, dia berkata: “Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak, lalu beliau memberikannya kepadaku untuk aku cuci, maka aku pergunakan dahulu untuk bersiwak, kemudian aku cuci dan aku kembalikan lagi kepadanya. (HR. Abu Daud: 52)

Hadis ini menjelaskan tentang kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjaga kebersihan mulut melalui bersiwak, sekaligus menunjukkan keakraban dan kasih sayang beliau terhadap keluarganya. Dalam riwayat ini, Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa setelah Nabi bersiwak, beliau memberikan siwak tersebut kepadanya untuk dicuci; namun sebelum mencucinya, Aisyah terlebih dahulu menggunakannya untuk bersiwak, lalu mencucinya dan mengembalikannya kepada Nabi. Hadis ini mengandung beberapa pelajaran penting, di antaranya anjuran untuk menjaga kebersihan pribadi, khususnya kebersihan mulut, serta bolehnya menggunakan barang pribadi suami-istri selama tidak ada unsur najis atau sesuatu yang dilarang. Selain itu, hadis ini juga menggambarkan kedekatan emosional antara Rasulullah dan Aisyah, yang menjadi teladan dalam membangun hubungan rumah tangga yang penuh kasih, kepercayaan, dan kelembutan.