Mencuci Kain dan Pakaian yang Lusuh


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرَأَى رَجُلاً شَعِثًا قَدْ تَفَرَّقَ شَعْرُهُ فَقَالَ « أَمَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يُسَكِّنُ بِهِ شَعْرَهُ ». وَرَأَى رَجُلاً آخَرَ وَعَلَيْهِ ثِيَابٌ وَسِخَةٌ فَقَالَ « أَمَا كَانَ هَذَا يَجِدُ مَاءً يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ » (رواه أبو داود: ٤٠٦٤)

Artinya: hadis dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami, lalu beliau melihat seorang laki-laki yang rambutnya acak-acakkan. Maka beliau bersabda: “Tidakkah orang ini mendapatkan sesuatu yang dapat digunakan untuk merapikan rambutnya?” kemudian beliau juga mendapati seorang laki-laki yang bajunya kotor, beliau bersabda: “Tidakkah orang ini mendapatkan air hingga ia dapat mencuci bajunya?” (HR. Abu Daud: 4064)

 

Hadis ini menjelaskan pentingnya menjaga penampilan dan kebersihan diri. Rasulullah menyayangkan orang yang tidak merapikan rambut dan membiarkan bajunya kotor, padahal islam sangat menekankan keindahan dan kebersihan, terutama saat menghadiri majelis atau tempat umum. Hal ini mencerminkan ajaran islam yang menyukai keteraturan dan kebersihan sebagai bagian dari iman.