حَدَّثَنِى الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ رضى الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ، وَقُلِ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِى إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ ، رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ . فَإِنْ مُتَّ مُتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ » . فَقُلْتُ أَسْتَذْكِرُهُنَّ وَبِرَسُولِكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ . قَالَ « لاَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ » (رواه البخاري: ٦٣١١)
Artinya: Telah menceritakan kepadaku Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku:”Jika engkau mendatangi tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhûlah seperti wudhumu untuk salat, kemudian berbaringlah di sisi kananmu, dan ucapkanlah: ‘Allâhumma aslamtu wajhî ilaik, wa fawwadhtu amrî ilaik, wa alja’tu zhahrî ilaik, rahbatan wa raghbatan ilaik, lâ malja’a wa lâ manjâ minka illâ ilaik, âmantu bikitâbika alladzî anzalta, wa binabiyyika alladzî arsalt.’Jika engkau mati (setelah mengucapkannya), maka engkau mati di atas fitrah. Maka jadikanlah itu sebagai ucapan terakhir yang engkau ucapkan.”Maka aku (Al-Bara’) berkata: “Aku ingin menghafalnya (mengulanginya): ‘… dan (aku beriman) kepada Rasul-Mu yang Engkau utus (wa birasûlika alladzî arsalt)’.”Beliau bersabda: “Tidak! Tetapi ucapkanlah: ‘… dan kepada Nabimu yang Engkau utus (wa binabiyyika alladzî arsalt).’ (HR. al-Bukhari: 6311)
Hadis ini menjelaskan adab sebelum tidur, yaitu dengan berwudu sebagaimana wudu untuk salat, lalu tidur di sisi kanan dan membaca doa yang diajarkan Nabi. Doa ini menunjukkan bentuk tawakkal sepenuhnya kepada Allah, keimanan kepada kitab-Nya dan Nabi-Nya, serta harapan agar meninggal dalam keadaan fitrah jika ajal datang saat tidur. Penggunaan kata “nabiyyika” menggantikan “rasulika” menekankan lafaz yang diucapkan Nabi secara spesifik.