tanda keimanan yang benar


عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَمَّعَ، سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ.» (رواه البخاري ومسلم)

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri. (HR. al-Bukhari dan Muslim, No 481/101)
Hadis ini menunjukkan bahwa iman yang sebenarnya tercermin dalam sikap kita terhadap orang lain. Kita harus mencintai kebaikan untuk sesama, sebagaimana kita mencintainya untuk diri sendiri. Iman sejati ditunjukkan oleh sikap cinta dan kepedulian terhadap sesama, bukan hanya kepentingan pribadi.