rukun islam sebagai pondasi agama


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ.» (رواه البخاري ومسلم

Hadis dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam berkata: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan melaksanakan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim, no. 6502)
Hadis ini menjelaskan fondasi utama agama Islam yang terdiri dari lima rukun pokok. Lima pilar ini menjadi dasar keimanan dan amal seorang muslim. Dengan mengamalkan kelima perkara ini, seseorang dianggap telah menjalankan ajaran Islam secara lengkap dan benar