perumpamaan mukmin yang membaca al-qur’an


عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ.» (رواه البخاري ومسلم

: Hadis dari Abu Musa al-Ash’ari radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah jeruk; baunya harum dan rasanya enak.” (HR. Bukhari dan Muslim, no. 56)
Hadis ini menggambarkan keindahan dan keistimewaan seorang mukmin yang rutin membaca Al-Qur’an. Seperti buah jeruk yang memiliki aroma dan rasa yang menyenangkan, begitu pula seorang mukmin yang Al-Qur’annya terlihat dalam perilaku dan akhlaknya, maka ia akan memberikan kesan baik dan manfaat bagi dirinya dan orang lain.