pertanggung jawaban di hari kiamat


عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ فِيهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ.» (رواه الترمذي

Hadis dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang: umurnya, untuk apa ia habiskan; ilmunya, apa yang ia amalkan darinya; hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan; serta tubuhnya, untuk apa ia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2417; hadis hasan shahih)
Hadis ini mengingatkan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari kiamat. Ada empat hal utama yang akan ditanyakan: bagaimana ia menghabiskan umur, bagaimana ia mengamalkan ilmunya, dari mana dan untuk apa ia menggunakan harta, serta bagaimana ia memanfaatkan tubuhnya selama hidup. Hadis ini menekankan pentingnya hidup dengan penuh kesadaran, karena setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban