iman dalam hati dan perbuatan


(عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَالَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.» (رواه النسائي

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri. (HR. al-Nasa’i, No. 95)
Hadis ini menunjukkan bahwa iman sejati tercermin dalam sikap peduli terhadap sesama. Seseorang yang memiliki iman akan mencintai kebaikan untuk orang lain sebagaimana ia mencintainya untuk dirinya sendiri. Iman yang hakiki adalah yang tercermin dalam perbuatan baik dan cinta terhadap sesama.