عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدِّينُ النَّصِيحَةُ.» قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: «لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ.» (رواه مسلم
Hadis dari Tamim ad-Dari radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Agama adalah nasihat.” Kami berkata: “Untuk siapa?” Ia menjawab: “Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk seluruh kaum muslimin.” (HR. Muslim, no. 2616)
Hadis ini menegaskan bahwa inti ajaran Islam adalah nasihat, yaitu wujud ketulusan, perhatian, dan keinginan baik terhadap sesama. Nasihat kepada Allah berarti ikhlas dalam ibadah; kepada kitab-Nya berarti membacanya dan mengamalkannya; kepada rasul-Nya berarti mengikuti sunnahnya; kepada pemimpin berarti mendukung mereka dalam kebaikan; dan kepada umat berarti saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.