cinta terhadap sesama sama dengan cinta terhadap diri sendiri


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ.» (رواه البخاري ومسلم

Hadis dari Anas radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim, no. 4280)
Hadis ini menekankan pentingnya sikap saling mencintai dan peduli antar sesama muslim. Keimanan seseorang belum sempurna jika ia tidak menginginkan kebaikan dan kebahagiaan untuk saudaranya sebagaimana ia menginginkan itu untuk dirinya sendiri. Ini menunjukkan nilai empati dan kasih sayang dalam Islam.