hakikat tawakkal yang sempurna


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.» (رواه الترمذي

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; ia pergi pagi dalam keadaan lapar dan kembali sore dalam keadaan kenyang.” (HR. At-Tirmidzi, no. 5767)
Hadis ini mengajarkan tentang pentingnya tawakal, yaitu berserah diri dan percaya penuh kepada Allah dalam segala urusan, terutama rezeki. Jika tawakal dilakukan dengan benar, Allah akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya seperti memberi rezeki kepada burung yang pergi mencari makanan tanpa rasa takut akan kelaparan. Ini menegaskan bahwa tawakal harus diiringi usaha dan keyakinan penuh kepada Allah.