niat sebagai dasar amal


عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.» (رواه البخاري

Hadis dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari, no. 3981)
Hadis ini menjelaskan bahwa niat adalah inti dari setiap amal perbuatan. Keberhasilan dan pahala amal tergantung pada niat yang benar dan tulus. Seseorang tidak akan mendapatkan pahala hanya karena tampak melakukan amalan, jika niatnya tidak sesuai. Oleh karena itu, niat harus selalu diperbaiki agar amal diterima oleh Allah.