kehidupan yang penuh berkah


عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ.» (رواه الترمذي)

Hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, dia juga tidak bersyukur kepada Allah. (HR. Tirmidzi, No. 34)
Hadis ini mengajarkan kita untuk bersyukur atas setiap kebaikan yang datang Hadis dari Allah dan sesama. Rasa syukur kepada Allah harus disertai dengan rasa terima kasih kepada orang lain. Syukur adalah bagian Hadis dari iman. Syukur yang tulus akan mendatangkan berkah dalam hidup, baik kepada Allah maupun kepada sesama.