iman yang tulus


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ.» (رواه مسلم)

Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang tidak beriman kepada takdir, baik yang baik maupun yang buruk, maka dia telah kafir. (HR. Muslim, No. 137)
Iman kepada takdir adalah bagian Hadis dari rukun iman. Takdir yang baik atau buruk adalah keputusan Allah, dan seorang Muslim harus menerima segala sesuatu dengan sabar.
Iman kepada takdir berarti menerima segala yang ditentukan Allah, baik yang menyenangkan maupun yang tidak. Ini adalah bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.