iman dan rasa syukur


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا.»(رواه الترمذي)

Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, dia juga tidak bersyukur kepada Allah. (HR. al-Bukhari No 97/99)
Hadis ini menunjukkan bahwa syukur kepada Allah juga harus diikuti dengan rasa terima kasih kepada sesama. Ini adalah bagian Hadis dari implementasi iman dalam kehidupan sehari-hari. Syukur kepada Allah harus disertai dengan penghargaan terhadap orang lain, yang menunjukkan bahwa iman itu tidak hanya di dalam hati, tetapi tercermin dalam perbuatan sosial.