عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا سَافَرَ فَرَكِبَ رَاحِلَتَهُ قَالَ بِأُصْبُعِهِ وَمَدَّ شُعْبَةُ بِأُصْبُعِهِ قَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا بِنُصْحِكَ وَاقْلِبْنَا بِذِمَّةٍ. اللَّهُمَّ ازْوِ لَنَا الأَرْضَ وَهَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ ». قَالَ أَبُو عِيسَى كُنْتُ لاَ أَعْرِفُ هَذَا إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِى عَدِىٍّ حَتَّى حَدَّثَنِى بِهِ سُوَيْدٌ (رواه الترمذي، رقم ٣٧٦٩)
hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW apabila melakukan perjalanan dan telah menaiki tunggangannya, beliau berdoa sambil mengangkat jarinya dan Syu’bah mengisyaratkan dengan jarinya seraya berkata: ‘Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) di tengah keluarga. Ya Allah, dampingi kami dengan perlindungan-Mu, dan jagalah kami dengan tanggungan-Mu. Ya Allah, lapangkanlah bumi bagi kami, dan mudahkanlah perjalanan kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan dan kesedihan saat kembali (ke rumah). (HR. Sunan Tirmidzi, No. 3769)
Hadis ini mengajarkan kepada umat Islam pentingnya memulai perjalanan dengan doa. Rasulullah SAW selalu berdoa ketika hendak bepergian, menunjukkan betapa beliau menggantungkan segala urusan kepada Allah. Dalam doa tersebut, beliau menyebut bahwa Allah adalah sahabat dalam perjalanan dan pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan, yang menggambarkan keyakinan penuh terhadap penjagaan dan pengawasan Allah di setiap kondisi. Doa ini juga berisi permohonan agar Allah memberikan perlindungan, memudahkan perjalanan, dan melindungi dari segala kesulitan selama perjalanan serta dari kesedihan atau musibah yang mungkin terjadi saat kembali. Hal ini menunjukkan betapa Islam mengajarkan kesiapan lahir dan batin dalam setiap aktivitas, termasuk bepergian, serta menumbuhkan rasa aman dan tenang dengan bersandar kepada kekuasaan Allah.