Doa Ketika Mendegar Petir


مَطَرٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَالصَّوَاعِقِ قَالَ اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ (رواه الترمذي، رقم ٣٧٨٣)

hadis dari Salim bin Abdullah bin Umar dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW apabila mendengar suara halilintar atau petir beliau mengucapkan: “Allaahumma Laa Taqtulnaa Bighadhabika Wa Laa Tuhliknaa Bi’adzaabika Wa ‘Aafinaa Qabla Dzaalik” (Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemarahanMu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan adzabMu dan ampunilah kami sebelum itu). (HR. Al-Tirmidzi, No. 3783)

Hadis ini menjelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW mendengar suara petir dan halilintar. Beliau berdoa: “Allahumma laa taqtulnaa bighadhabik, wa laa tuhliknaa bi’adzaabik, wa ‘aafinaa qabla dzaalik” (Ya Allah, jangan Engkau bunuh kami karena kemurkaan-Mu, jangan Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan berilah kami keselamatan sebelum itu terjadi). Doa ini menunjukkan sikap takut dan berharap kepada Allah di tengah tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti petir dan halilintar, serta pentingnya memohon perlindungan dan keselamatan dari murka dan azab Allah. Hadis ini dinyatakan gharib oleh Imam at-Tirmidzi, artinya sanadnya terbatas hanya dari jalur tersebut.