Doa Ketika Akan Tidur


حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

(رواه مسلم، رقم ٢٧١٠)

hadis dari Al Barra’ bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur, maka berwudulah sebagaimana kamu berwudu untuk salat. Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan, lalu berdoalah: ‘Alloohumma Innii Aslamtu Wajhii Ilaika, Wafawwadh-Tu Amrii Ilaika, Wa-Alja’tu Zhohrii Ilaika Roghbatan Warohbatan Ilaika, Laa Malja’a Walaa Manjaa Minka Illaa Ilaika, Aamantu Bikitaabikalladzii Anzalta, Wabinabiyyikalladzii Arsalta.’ ‘Ya Allah ya Tuhanku, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku serahkan punggungku kepada-Mu dengan berharap-harap cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari azab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.’ Jadikan bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu menjelang tidur. Apabila kamu meninggal dunia pada malam itu, maka kamu meninggal dalam kesucian diri (fitrah).” (HR. Muslim, No. 2710)

Hadis ini mengajarkan adab sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memerintahkan agar seorang Muslim berwudhu seperti wudhu untuk salat sebelum berbaring, kemudian tidur dengan posisi miring ke sisi kanan. Setelah itu, dianjurkan membaca doa yang berisi pernyataan penuh penyerahan diri kepada Allah: menyerahkan wajah dan seluruh urusan kepada-Nya, bertawakal dan berlindung kepada-Nya, serta berharap dan takut kepada-Nya semata. Dalam doa ini juga terdapat pengakuan iman terhadap kitab yang Allah turunkan dan nabi yang Allah utus. Rasulullah menekankan pentingnya menjadikan doa ini sebagai ucapan terakhir sebelum tidur, karena jika seseorang meninggal dalam tidurnya, ia meninggal dalam keadaan fitrah, yakni dalam keadaan Islam. Hadis ini menunjukkan pentingnya mempersiapkan diri untuk tidur dengan kesadaran penuh akan ketergantungan kepada Allah dan dengan menjaga keimanan hingga saat terakhir kehidupan.