عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ يَعْنِي إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ يُقَالُ لَهُ كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ (رواه الترمذي، رقم ٣٧٥٤)
hadis dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan “Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaahi Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah (dengan nama Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)”, maka dikatakan kepadanya; engkau telah mendapatkan kecukupan dan pertolongan serta setan telah menjauh darimu.” (HR. Al-Tirmidzi, No. 3754)
Kandungan hadis ini mencakup beberapa hal penting. Pertama, pentingnya memulai aktivitas dengan menyebut nama Allah (bismillah), yang mencerminkan permohonan berkah dan pertolongan-Nya. Kedua, pernyataan tawakkaltu ‘alallaah adalah bentuk ketergantungan mutlak kepada Allah dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ketiga, pengucapan laa hawla wa laa quwwata illa billaah mengandung pengakuan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari Allah semata. Keempat, balasan dari amalan ini sangat besar: seseorang akan dicukupkan, dilindungi, dan dijauhkan dari gangguan setan. Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim yang mengawali harinya dengan keyakinan dan doa seperti ini akan menghadapi hidup dengan lebih tenang dan penuh keberkahan.