عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ يَقُولُ إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ وَإِذَا أَمْسَى فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ (رواه الترمذي، رقم ٣٧١٩)
hadis dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW mengajari para sahabatnya, beliau berkata, ‘Apabila salah seorang di antara kalian berada pada pagi hari maka hendaknya mengucapkan; Allaahumma Bika Ashbahnaa Wa Bika Amsainaa Wa Bika Nahyaa Wa Bika Namuutu Wa Ilaikal Mashir. (Yang Allah dengan pertolongan-Mu kami berada di pagi hari, dan dengan pertolongan-Mu kami berada di sore hari, dan dengan kehendak-Mu kami hidup serta mati, dan kepada-Mu tempat kembali). Dan jika berada di sore hari maka ucapakanlah; Allaahumma Bika Amsainaa Wa Bika Ashbahnaa Wa Bika Nahyaa Wa Bika Namuutu Wa Ilaikan Nusyuur.’ (Yang Allah dengan pertolongan-Mu kami berada di sore hari, dan dengan pertolongan-Mu kami berada di pagi hari, dan dengan kehendak-Mu kami hidup serta mati, dan kepada-Mu kami dibangkitkan). Abu Isa berkata, hadits ini adalah hadits hasan. (HR.Al- Tirmidzi, No. 3719)
Hadis ini mencakup beberapa poin penting. Pertama, ajaran untuk senantiasa mengingat Allah pada pagi dan sore hari, sebagai bentuk pengakuan bahwa semua waktu dalam kehidupan ini berada dalam genggaman-Nya. Kedua, pengakuan bahwa hidup dan mati adalah atas kehendak Allah, yang mengajarkan kita pentingnya bersandar hanya kepada-Nya. Ketiga, disebutkannya “tempat kembali” pada pagi hari dan “tempat dibangkitkan” pada sore hari, memberi pengingat akan akhir kehidupan dan hari kiamat, sehingga membangkitkan kesadaran akan tanggung jawab dan amal. Dengan dzikir ini, seorang Muslim diharapkan senantiasa berada dalam kondisi hati yang tenang, penuh tawakal, dan sadar akan tujuan hidupnya.