عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ عَلَى مَيْمُونَةَ فَجَاءَتْنَا بِإِنَاءٍ فِيهِ لَبَنٌ فَشَرِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عَلَى يَمِينِهِ وَخَالِدٌ عَلَى شِمَالِهِ فَقَالَ لِي الشَّرْبَةُ لَكَ فَإِنْ شِئْتَ آثَرْتَ بِهَا خَالِدًا فَقُلْتُ مَا كُنْتُ أُوثِرُ عَلَى سُؤْرِكَ أَحَدًا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مَكَانَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرُ اللَّبَنِ (رواه الترمذي، رقم ١٣٨)
hadis dari Ibnu Abbas, ia berkata, aku bersama Rasulullah SAW dan Khalid bin Al Walid menemui Maimunah, kemudian Maimunah datang kepada kami membawa bejana yang berisi susu, kemudian Rasulullah SAW minum sementara aku berada di kanannya dan Khalid berada di sebelah kirinya, kemudian beliau berkata, “Hakmu untuk minum, apabila engkau mau maka dahulukan Khalid!” Maka aku katakan; aku tidak akan mendahulukan bekasmu kepada seorang pun. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: Allaahumma Baarik Lanaa Fiihi Wa Ath’imnaa Khairan Minhu (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya), dan barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa; Allaahumma Baarik Lanaa Fiihi Wa Zidnaa Minhu (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” (HR. Al-Tirmidzi, No. 138)
Hadis ini menggambarkan kejadian saat Rasulullah SAW meminum susu di rumah Maimūnah bersama Ibnu ‘Abbās dan Khālid bin al-Walīd. Setelah minum, beliau menawarkan sisa minuman kepada Ibnu ‘Abbās yang duduk di sebelah kanan, karena dalam adab Islam, orang di sebelah kanan lebih didahulukan. Rasulullah memberi pilihan, jika Ibnu ‘Abbās rela, maka sisa minuman itu bisa diberikan kepada Khālid yang duduk di sebelah kiri. Namun, Ibnu ‘Abbās menolak karena ingin mendapatkan keberkahan dari sisa minuman Rasulullah. Hadis ini mengajarkan tentang adab dalam memberi dan menerima, keutamaan mendahulukan yang di kanan, serta semangat para sahabat dalam mencari keberkahan dari Rasulullah.