عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَادَ مَرِيضًا قَالَ اللَّهُمَّ أَذْهِبْ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا ق (رواه الترمذي، رقم ٣٩١٣)
hadis dari Ali radhiallahu’anhu, ia berkata, Nabi SAW apabila menjenguk orang sakit beliau berdoa, “Allaahumma Adzhibil Ba`Sa, Rabban Naasi, Wasyfi, Fa-Antasy Syaafii, Laa Syiffaa-A Illaa Syifaauka, Syifaa-An Laa Yughaadiru Saqaman (Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit, dan sembuhkanlah, Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR. Al-Tirmidzi, No. 3913)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW saat menjenguk orang sakit biasa membaca doa yang berisi permohonan agar Allah mengangkat penyakit dan memberikan kesembuhan. Doa ini mengajarkan bahwa hanya Allah yang benar-benar memiliki kuasa untuk menyembuhkan, dan tidak ada kesembuhan yang sempurna kecuali dengan izin-Nya. Dari doa ini juga kita diajarkan untuk bertawakal, berserah diri sepenuhnya kepada Allah, serta meyakini bahwa kesembuhan bukan berasal dari obat atau dokter, melainkan dari kehendak Allah semata.