Doa Menjenguk Orang Sakit


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَى مَرِيضًا أَوْ أُتِيَ بِهِ قَالَ أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا (رواه البخري، رقم ٥٣٥١)

Hadis dari Aisyah radhiallahu’anha bahwa apabila Rasulullah SAW menjenguk orang sakit atau ada orang yang sakit datang kepada beliau, beliau berdoa, “Adzhibil Ba`Sa Rabban Naasi Isyfii Wa Anta Syaafi Laa Syifaa`A Illa Syifaa`Uka Syifaa`A Laa Yughaadiru Saqama (Hilangkanlah penyakit wahai Rabb sekalian manusia, sembuhkanlah wahai Dzat Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak membawa rasa sakit).” (HR. Al-Bukhari, No. 5351)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa ketika menjenguk orang sakit, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang berisi permohonan kepada Allah agar penyakit diangkat dan diberikan kesembuhan. Dalam doa tersebut ditegaskan bahwa hanya Allah yang benar-benar bisa menyembuhkan, dan tidak ada kesembuhan yang sempurna kecuali dari-Nya. Doa ini menunjukkan pentingnya tawakal dan keyakinan bahwa kesembuhan datang atas kehendak Allah semata.