عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى مُنَزِّلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ زَادَ وَهْبٌ فِي حَدِيثِهِ اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَأَغْنِنِي مِنْ الْفَقْرِ (رواه ابوداود، رقم ٥٠٥٣)
hadis dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, bahwasanya jika beliau ingin beranjak ke atas kasurnya, beliau membaca, “Allahumma Rabbas Samawaati Wa Rabbal Ardli Wa Rabba Kulla Syai Infaaliqal Habbi Wannawa Munazzilatttauraati Wal Injiili Wal Qur`Aani A’uudzu Bika Min Syarri Kulli Dzii Syarrin Anta Aakhidzun Binaashiyati Hi Antal Awwalu Falaisa Qablaka Syai`Un Wa Antal Akhiru Falaisa Ba’daka Syai`Un Wa Anta Azh Azhaahiru Falaisa Fauqaka Syai`Un Wa Antal Baathilu Falaisa Duunaka Syai`Un (Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu, yang membela biji dan atom, yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang memiliki kajahatan, Engkau-lah yang mengendalikannya. Engkau yang Mahaawal, tidak ada sesuatu sebelum-Mu. Engkau Mahaakhir, tidak ada sesuatu setelah-Mu. Engkau Maha Zhahir, tidak ada sesuatu melebihi-Mu. Engkau Maha Bathin, tidak ada sesuatu di bawah-Mu).” Wahb menambahkan dalam haditsnya, “Iqdli Anniddaina Wa Aghbinii Minal Faqri (tunaikanlah utangku, dan jauhkanlah aku dari kafakiran).” (HR. Abu Daud, No. 5053)
Hadis ini menjelaskan bahwa ini doa yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk dibaca saat hendak tidur. Dalam doa tersebut, Rasulullah mengakui keagungan dan keesaan Allah sebagai Tuhan seluruh ciptaan, termasuk langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada di antaranya. Allah disebut sebagai Dzat yang menciptakan dan menumbuhkan segala sesuatu (فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى) serta sebagai Dzat yang menurunkan kitab-kitab suci: Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Doa ini juga berisi permohonan perlindungan dari kejahatan semua makhluk, dengan keyakinan bahwa semua makhluk berada dalam kekuasaan Allah, karena Allah yang memegang ubun-ubun mereka. Selain itu, terdapat pengakuan atas sifat-sifat Allah: sebagai Yang Awal dan Akhir, Yang Tampak dan Yang Tersembunyi. Dalam riwayat Wahb, ditambahkan pula permohonan agar Allah melunasi utang dan memberikan kecukupan dari kefakiran. Kandungan doa ini mencerminkan keimanan yang mendalam, penyerahan diri total kepada Allah, dan ketenangan hati seorang mukmin dalam menghadapi tidur dengan rasa aman dalam lindungan-Nya.