عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ أَوْ حِينَ يُمْسِي اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ أَوْ مِنْ لَيْلَتِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ( رواه ابو داود، رقم ٥٠٧٢)
hadis dari Ibnu Buraidah dari Bapaknya dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barang siapa ketika waktu pagi dan sore membaca: Allahumma Anta Rabbii Laa Ilaaha Illa Anta Khalaqtanii Wa Ana Abduka Wa Ana ‘Alaa ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatha’tu A’uudzu Bika Min Syarri Maa Shana’tu Abuu`U Bini’matika Wa Abuu`U Bi Dzanbii Faghfirlii Innahu Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta (Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian-Mu dan aku akan menepati perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, aku mengakui semua nikmat-Mu kepadaku dan dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni kecuali Engkau).” Lalu ia meninggal pada hari itu atau pada malam harinya, maka ia akan masuk ke dalam surga. (HR. Abu Daud, No. 5072)
Hadis ini menekankan pentingnya tauhid dan pengakuan rububiyyah Allah dimulai dengan pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Pencipta. Ketaatan dan janji kepada Allah Menunjukkan niat kuat untuk tetap berada dalam janji dan syariat Allah sejauh kemampuan hamba. Permohonan perlindungan dari perbuatan buruk Doa ini mencerminkan rasa takut kepada dampak dosa. Pengakuan atas nikmat dan dosa Pengakuan ini menunjukkan kerendahan hati dan kejujuran seorang hamba dalam bermunajat. Permohonan ampunan dan janji surga. Doa ini diakhiri dengan permohonan ampun dan janji bahwa siapa yang membacanya lalu wafat, akan mendapat surga.