عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَى أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ وَأَمَّا زُبَيْدٌ كَانَ يَقُولُ كَانَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُوَيْدٍ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَمِنْ سُوءِ الْكِبَرِ أَوْ الْكُفْرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ذَلِكَ أَيْضًا أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ ( رواه ابوداود، رقم ٨٣)
hadis dari Abdullah bahwa Nabi SAW jika tiba waktu sore beliau membaca, “Amsaiana Wa Amsal Mulku Lillahi Laa Ilaaha Illaallahu Wadahu Laa Syariikalahu (Kami berada di waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, tidak ada Tuhan selain Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya).” Dalam hadits Jarir ditambahkan; Zubaid berkata berkata, Ibrahim bin Suwaid menyebutkan, “Laa Ilaaha Illaallahu Wahdahu Laa Syariikalah Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wahuwa ‘Ala Kulli Syai`In Qadiir Rabbi As`Aluka Khaira Maa Fi Haadzillailati Wa Khaira Maa Ba’dahaa Wa A’uudzu Bika Min Syarri Maa Fi Haadzillailati Wa Syarri Maa Ba’dahaa Rabbi A’uudzu Bika Minal Kasali Wa Min Suu`Il Kibari -Al Kufri- Rabbi A’uudzu Bika Min ‘Adzaabinnaari Wa ‘Adzaabin Fil Qabri (Tidak Tuhan yang disembah selain Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku minta kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan malam ini dan keburukan setelahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan dari buruknya kesombongan -dalam riwayat lain; dari kekafiran-. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur).” Dan jika tiba waktu pagi beliau juga membaca doa tersebut: ‘Ashbahnaa Wa Ashbahal Mulku Lillahi (kami berada di waktu pagi, dan kerajaan hanya milik Allah..).’ (HR. Abu Daud, No. 83)
Hadis ini mengajarkan dzikir untuk dibaca di pagi dan petang hari sebagai bentuk mengingat Allah dan berserah diri pada-Nya. Dzikir ini dimulai dengan kalimat tauhid yang menguatkan iman, mengingatkan bahwa semua kekuasaan hanya milik Allah.