عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا أَمْسَى قَالَ: «أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ أُرَاهُ قَالَ فِيهَا لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ». وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ذَلِكَ أَيْضًا: «أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ (رواه الترمذي، رقم: ٣٧١٨)
hadis dari Abdullah, ia berkata: Nabi SAW apabila pada sore hari mengucapkan: “Amsainā wa amsal-mulku lillāhi wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah.” (Pada sore ini kami dan seluruh kerajaan adalah milik Allah, Tuhan semesta alam. Segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya). Aku melihat beliau pada sore tersebut mengucapkan: “Lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. As’aluka khaira mā fī hādzihil-lailah wa khaira mā ba’dahā. Wa a’ūdzu bika min syarri hādzihil-lailah wa syarri mā ba’dahā. Wa a’ūdzu bika minal-kasali wa sū’il-kibari. Wa a’ūdzu bika min ‘adzābin-nāri wa ‘adzābil-qabri.” (Seluruh kerajaan milik-Nya, dan segala puji bagi-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan malam ini dan keburukan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan dari kondisi buruk di usia senja. Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka serta azab kubur). Dan apabila pada pagi hari, beliau mengucapkan hal tersebut dengan tambahan: “Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāhi wal-ḥamdu lillāh.” (Pada pagi ini kami dan seluruh kerajaan adalah milik Allah, dan segala puji bagi Allah) (HR. al-Tirmidzi, No. 3718)
Hadis ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa berdoa di waktu pagi dan sore, memohon kebaikan dunia dan akhirat serta berlindung dari segala bentuk keburukan. Doa yang diajarkan ini mencakup permohonan perlindungan dari kesulitan hidup, seperti keburukan waktu malam dan siang, serta perlindungan dari malapetaka yang bisa terjadi di dunia maupun di alam kubur. Hadis ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan memohon kepada-Nya agar senantiasa diberi kebaikan.