Doa saat Bepergian


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ  وَقَالَ عَبْدُ الرَّحِيمِ: يَتَعَوَّذُ  إِذَا سَافَرَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ، وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ، وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ، وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ (رواه ابن ماجه، رقم: ٤٠٢١)

Hadis dari Abdullah bin Sarjis, ia berkata: Rasulullah SAW biasa mengucapkan dan Abdurrahim berkata: beliau memohon perlindungan ketika hendak bepergian: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kepayahan dalam perjalanan, dari kesedihan saat pulang, dari kemunduran setelah kemajuan, dari doa orang yang dizalimi, dan dari pemandangan buruk pada keluarga dan harta (HR Ibnu Mājah, No. 4021)

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi SAW mengajarkan doa sebelum bepergian untuk memohon perlindungan dari berbagai kesulitan, termasuk rasa sedih saat kembali, ketidakstabilan hidup, dan situasi buruk yang menimpa keluarga atau harta. Ini berkaitan dengan tema etika dan adab dalam safar, di mana Islam memberikan bimbingan spiritual agar perjalanan seorang Muslim diliputi oleh penjagaan Allah SWT.