عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا مَعَ نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرْنَا صَلاَةَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ أَبُو حُمَيْدٍ السَّاعِدِىُّ أَنَا كُنْتُ أَحْفَظَكُمْ لِصَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – رَأَيْتُهُ إِذَا كَبَّرَ جَعَلَ يَدَيْهِ حِذَاءَ مَنْكِبَيْهِ ، وَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ ، ثُمَّ هَصَرَ ظَهْرَهُ ، فَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اسْتَوَى حَتَّى يَعُودَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَ يَدَيْهِ غَيْرَ مُفْتَرِشٍ وَلاَ قَابِضِهِمَا ، وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ الْقِبْلَةَ ، فَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى ، وَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ
(رواه البخاري)
Artinya: hadis dari Muhammad bin ‘Amr bin At’a’, bahwa ketika ia duduk bersama beberapa orang shahabat Nabi SAW, ia menceritakan cara shalat Nabi saw. kemudian Abu Hamid as-Sa’idiy berkata: saya melihatnya ketika bertakbir ia menjadikan mengangkat kedua tangannya setentang dengan bahunya, dan apabila ruku’ beliau meletakkan kedua tangannya dengan kuat pada lututnya serta meletakkan kadua tangannya dengan kuat pada lutunya, kemudian membungkukkan punggungya, apabila mengangkat kepala beliau meluruskan (badannya) sehingga semua tulang-tulang kembali pada tempatnya. Kemudian apabila bersujud bahwa meletakkan kedua tangannya dengan tidak membentangkannya dan tidak pula menyampaikan keduanya serta menghadapkan semua ujung jari-jari kedua tangannya kearah kiblat, maka apabila ia duduk pada raka’at kedua, ia duduk di atas kaki kirinya dan mendirikan tapat kaki kanannya, dan apabila duduk pada raka’at terakhir, ia memajukan kaki kirinya ke depan dan mendirikan tapak kaki yang (kanan) dan duduk di tempat dudduknya.
(HR. al-Bukhari: 828)
Hadis ini menjelaskan tentang cara Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat termasuk posisi tubuh, tangan, kaki, dan cara duduk Nabi dalam berbagai bagian shalat. Adapun cara duduk tasyahud akhir yaitu dengan cara memajukan atau memindahkan kaki kirinya ke depan, dan mendirikan tapak kaki kanannya dengan menghadapkan jari-jarinya ke arah qiblat, dan dudduk di tempat duduknya.