Hadis 5


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قال:كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ النَّبِيِّ ﷺ نَقُولُ: السَّلَامُ عَلَى جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ، السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ وَفُلَانٍ. فَالْتَفَتَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ، فَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمُوهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُ

(رواه البخاري)

Artinya: hadis dari Abdullah bin Mas‘ud berkata: dahulu, ketika kami shalat di belakang Rasulullah SAW kami biasa mengucapkan, “Salam atas Jibril dan Mikail, salam atas si fulan dan si fulan.” Maka Rasulullah SAW pun menoleh kepada kami dan bersabda, “Sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Yang Maha Sejahtera). Apabila salah seorang dari kalian salat, hendaklah ia mengucapkan: Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Kemudian Nabi SAW menambahkan, “Sesungguhnya jika kalian mengucapkan doa tersebut, maka doa itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi.

(HR. al-Bukhari: 797)

Hadis ini menjelaskan tentang koreksi yang diberikan oleh Rasulullah SAW terhadap praktik sebagian sahabat dalam mengucapkan salam saat salat. Awalnya, para sahabat terbiasa mengucapkan salam secara khusus kepada para malaikat seperti Jibril dan Mikail, serta kepada orang-orang saleh tertentu. Namun, Rasulullah SAW meluruskan pemahaman ini dengan menyatakan bahwa Allah adalah As-Salam, Sang Maha Pemberi Keselamatan. Nabi SAW kemudian mengajarkan bacaan tasyahhud yang seharusnya diucapkan dalam salat, yang meliputi pujian kepada Allah (At-Tahiyyat), doa (As-Salawat), dan segala kebaikan (At-Tayyibat), salam kepada Nabi Muhammad SAW, serta salam bagi diri sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh. Lebih lanjut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa keutamaan bacaan tasyahhud ini adalah bahwa ia akan mencakup seluruh hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan pentingnya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam beribadah, mengesakan Allah dalam segala bentuk penghormatan, dan bahwa doa serta salam yang dipanjatkan dalam tasyahhud memiliki jangkauan yang luas, meliputi seluruh kaum muslimin yang saleh.