عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ ذَكَرَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُشِيرُ بِأُصْبُعِهِ إِذَا دَعَا وَلاَ يُحَرِّكُهَا. قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ وَزَادَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ أَخْبَرَنِى عَامِرٌ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ رَأَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَدْعُو كَذَلِكَ وَيَتَحَامَلُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى
(رواه ابو داود)
Artinya: hadis dari Abdullah bin az-Zubair, ia berkata bahwa Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan jari telunjuknya ketika membaca tasyahud, dan tidak menggerakgerakkannya”. Ibnu Juraij berkata dan „Amru bin Dinar menambahkan, dia berkata Amir memberitahuku dari ayahnya, bahwa dia pernah melihat Nabi SAW berdoa seperti itu juga (menunjuk), dan Nabi SAW meletakkan tangan yang kiri di atas paha beliau yang kiri.
(HR. al-Bukhari: 991)
Hadis ini menjelaskan tata cara Rasulullah SAW dalam melakukan tasyahud dalam salat. Abdullah bin Az-Zubair menyebutkan bahwa Nabi SAW memberikan isyarat dengan jari telunjuknya saat membaca tasyahud, namun beliau tidak menggerakkannya, melainkan hanya mengarahkannya.