Hadis 25


أَنَّهُ قَالَ رَآنِى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَأَنَا أَعْبَثُ بِالْحَصَى فِى الصَّلاَةِ فَلَمَّا انْصَرَفَ نَهَانِى فَقَالَ اصْنَعْ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصْنَعُ. فَقُلْتُ وَكَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصْنَعُ قَالَ كَانَ إِذَا جَلَسَ فِى الصَّلاَةِ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الَّتِى تَلِى الإِبْهَامَ وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى

(رواه مسلم:)

Artinya: hadis dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Saya melihat seorang laki-laki yang sedang bermain dengan kerikil saat salat. Ketika salat selesai, Abdullah bin Umar menegurnya dan berkata, ‘Lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.’ Saya pun bertanya, ‘Bagaimana Rasulullah SAW melakukannya?’ Abdullah bin Umar menjawab, ‘Ketika Rasulullah SAW duduk dalam salat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di paha kanannya, menggenggam seluruh jari-jarinya, dan memberi isyarat dengan jari telunjuk yang terletak di sebelah ibu jari. Beliau juga meletakkan telapak tangan kirinya di paha kirinya.

(HR. Muslim: 1339)

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah memberi isyarat dengan jari telunjuk, Rasulullah   meletakkan telapak tangan kanan di paha kanan, menggenggam seluruh jari-jarinya, dan memberi isyarat dengan jari telunjuk yang terletak di sebelah ibu jari. Telapak tangan kiri diletakkan di paha kiri. Hal ini menggambarkan pentingnya menjaga gerakan yang teratur dan khusyuk dalam salat, serta menunjukkan cara yang tepat dalam melaksanakan gerakan-gerakan tubuh selama ibadah tersebut.