عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: عَلَّمَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا قَعَدْنَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ أَنْ نَقُولَ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ”.
(رواه الترمذى)
قال أبو عيسى حديث ابن مسعود قد روي عن غير وجه وهو أصح حديث [ روي ] عن النبي صلى الله عليه و سلم في التشهد والعمل عليه عند أكثر أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه و سلم ومن بعدهم من التابعين وهو قول سفيان الثوري و ابن المبارك و أحمد و إسحق
Artinya: hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami, apabila kami duduk dalam dua rakaat (yakni duduk tasyahhud), agar kami mengucapkan: “Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. al-Tirmidzi: 289)
Menurut Abu ‘Isa (al-Tirmidzi): Hadis Ibnu Mas‘ud telah diriwayatkan melalui banyak jalur, dan ia adalah hadis yang paling sahih yang diriwayatkan dari Nabi SAW tentang bacaan tasyahhud. Mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi SAW dan generasi setelah mereka (tabi‘in) berpegang kepada hadis ini. Dan ini adalah pendapat Sufyan ats-Tsauri, Ibnu al-Mubarak, Ahmad bin Hanbal, dan Ishaq (bin Rahuyah).