Hadis 22


فَقَالَ أَبُو مُوسَى أَمَا تَعْلَمُونَ كَيْفَ تَقُولُونَ فِى صَلاَتِكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَطَبَنَا فَعَلَّمَنَا وَبَيَّنَ لَنَا سُنَّتَنَا وَعَلَّمَنَا صَلاَتَنَا فَقَالَ « إِذَا صَلَّيْتُمْ فَأَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ ( غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ) فَقُولُوا آمِينَ يُجِبْكُمُ اللَّهُ وَإِذَا كَبَّرَ وَرَكَعَ فَكَبِّرُوا وَارْكَعُوا فَإِنَّ الإِمَامَ يَرْكَعُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ ». قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَتِلْكَ بِتِلْكَ وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ يَسْمَعِ اللَّهُ لَكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَإِذَا كَبَّرَ وَسَجَدَ فَكَبِّرُوا وَاسْجُدُوا فَإِنَّ الإِمَامَ يَسْجُدُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ ». قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَتِلْكَ بِتِلْكَ فَإِذَا كَانَ عِنْدَ الْقَعْدَةِ فَلْيَكُنْ مِنْ أَوَّلِ قَوْلِ أَحَدِكُمْ أَنْ يَقُولَ التَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

(رواه ابو داود)

Artinya: hadis dari Abu Musa, ia berkata: “Tidakkah kalian mengetahui bagaimana seharusnya kalian mengucapkan bacaan dalam salat kalian? Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah menyampaikan khutbah kepada kami. Dalam khutbah itu, beliau mengajarkan kami, menjelaskan kepada kami sunnah-sunnah kami, dan mengajarkan tata cara salat kami. Beliau bersabda: ‘Jika kalian melaksanakan salat, maka luruskanlah barisan kalian. Kemudian hendaklah salah seorang dari kalian menjadi imam. Apabila imam bertakbir, maka bertakbirlah kalian. Dan apabila imam membaca ayat (penutup al-Fatihah): ghairil maghdubi ‘alaihim waladh-dhallin, maka ucapkanlah: amiin, niscaya Allah akan mengabulkan untuk kalian. Jika imam bertakbir dan rukuk, maka kalian pun bertakbirlah dan ikut rukuk. Sesungguhnya imam rukuk lebih dahulu dari kalian dan bangkit lebih dahulu dari kalian dari rukuknya. Rasulullah SAW bersabda: ‘Itu sebanding dengan itu’, maksudnya keutamaan imam mendahului dan makmum mengikuti, masing-masing mendapat bagian. Kemudian beliau bersabda: ‘Apabila imam berkata: sami‘allahu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah: Allahumma rabbana laka al-ḥamd (Ya Allah, Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji), niscaya Allah akan mendengar kalian. Karena Allah Ta‘ala telah berfirman melalui lisan Nabi-Nya. sami‘allahu liman ḥamidah.’ dan jika imam bertakbir dan sujud, maka kalian juga bertakbirlah dan sujudlah. Karena sesungguhnya imam sujud lebih dahulu dari kalian dan bangkit dari sujud sebelum kalian. Rasulullah bersabda: ‘Itu sebanding dengan itu. Kemudian beliau bersabda: ‘Ketika kalian berada dalam tasyahhud (duduk akhir), maka hendaklah ucapan pertama kalian adalah: At-tahiyyatu ath-thayyibatu ash-shalawatu lillah, As-salamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, As-salamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish-shalihin, Ashhadu an la ilaha illallah, Wa ashhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.

(HR. Abu Daud: 974)