أَنَّ مِحْجَنَ بْنَ الْأَدْرَعِ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ إِذَا رَجُلٌ قَدْ قَضَى صَلَاتَهُ وَهُوَ يَتَشَهَّدُ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ ثَلَاثًا
(رواه النسائى:1300)
Artinya: hadis dari Mihzan bin Adra’ Bahwa Rasulullah SAW masuk masjid, dan ada seorang lak-laki yang sedang shalat, dalam keadaan bertasyahud, ia berdoa (dalam tasyahudnya): Allaahumma inni as-aluka yaa Allaah, bi annakal waahidul ahadush shamad, alladziy lam yalid wa lam yuulad wa lam yakul-lahu kufuwan ahad, an taghfiraliy dzunuubiy innaka antal ghafuuur rahiim, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ya Allah, Yang Maha Esa lagi tempat bergantungnya seluruh makhluk, Yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya, agar engkau mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka Rasuulullaah bersabda: Sungguh Allah telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya.
(HR. al-Nasa’i: 1300)
Hadis ini menjelaskan bahwa sebuah peristiwa ketika Rasulullah SAW memasuki masjid dan melihat seorang lelaki sedang shalat. Dalam keadaan tasyahud, lelaki tersebut berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang agung, sebagaimana terdapat dalam Surah Al-Ikhlas. Ia memulai doanya dengan memanggil nama Allah dan menyebut keesaan-Nya, bahwa Dia adalah Al-Waahid (Yang Maha Esa), Al-Ahad (Yang Satu-satunya), dan As-Shamad (tempat bergantung segala sesuatu). Ia menegaskan bahwa Allah tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya. Setelah itu, ia memohon kepada Allah agar dosa-dosanya diampuni, dengan meyakini bahwa Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Melihat hal itu, Rasulullah SAW pun bersabda bahwa Allah telah mengampuni lelaki tersebut. Sabda beliau diulang sebanyak tiga kali, menunjukkan betapa besar keutamaan doa yang disampaikan dengan pengakuan terhadap keesaan dan kemuliaan sifat-sifat Allah.